Selasa, 21 Mei 2013

Untukmu KAUM PRIA ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Wahai Lelaki,Tugasmu adalah memuliakan perempuan.Ibumu,istrimu,dan anak-anak perempuanmu.

Di Pundakmu mereka bertumpu.Maka sepatutnya kau malu; jika tanganmu masih berpangku dan hatimu tidak tergerak untuk menjadikan mereka mulia.

Wahai Lelaki,Tugasmu adalah memuliakan perempuan. Ibumu tiga kali lebih berhak engkau hormati daripada ayahmu.Bahkan jika engkau sudah menggendongnya keliling dunia; niscaya tidak akan terbalas kemuliaan ibunda padamu.Istrimu adalah indikator kebaikanmu. Kemuliaannya melalui tanganmu adalah pemberat amalmu di akhirat kelak.

Anak-anak perempuanmu adalah cermin dirimu.Kesenangan mereka akibat perbuatanmu adalah perisaimu dari api neraka.

Wahai Lelaki,Tugasmu adalah memuliakah perempuan. Memuliakan,menjadikan mereka mulia,di dunia dan di sisi-Nya.

Maka janganlah sekali-kali berhitung ketika menafkahi Ibumu. Apakah Ibumu pernah menagihmu atas air susu yang menjadikanmu siapa dirimu sekarang?

Jangan pula merasa berat saat mencukupi kebutuhan istrimu. Bukankah seharusnya kehormatanmu bisa memenuhinya?
Pun merasa sempit saat memberikan kesenangan dunia pada anak-anak perempuanmu.Perisai api neraka tidak sebanding dengan apapun di dunia.

Wahai Lelaki,Tugasmu adalah memuliakan perempuan.Mulia,bukan saja di dunia;tapi juga menjadikan mereka mulia di hadapan-Nya.

Jangan berharap mereka mendirikan perintah-Nya; manakala dirimu sendiri lalai terhadap-Nya.Jangan berpikir mereka akan menaatimu; jika dirimu mungkin tidak pantas untuk ditaati. Jangan pula berharap iringan do’a dan ridho mereka jika mereka terlewat dari do’a-do’amu.

Wahai Lelaki,Tugasmu adalah memuliakan perempuan.Namun,sungguh,merekalah yang menjadi sebab kejayaanmu; sebagaimana mereka pula mungkin menjadi sebab bagi kehinaanmu. Maka bangunan megah di dunia saja tidak cukup bagi mereka untuk menjadi mulia;ajarkanlah mereka membangun istana di surga-Nya.

Hilangkanlah rasa sempitmu;niscaya Allah Azza Wa Jalla akan mencukupkanmu untuk mencukupi mereka.

Berlemah lembutlah pada mereka; niscaya Allah Azza Wa Jalla pun akan melembutkan mereka untuk berlemah lembut padamu.

Berbahagialah,Wahai Lelaki,jika demikian berat amanahmu di muka bumi;maka Allah Azza Wa Jalla pasti telah menyediakan tempat yang mulia bagi dirimu yang telah menjadikan perempuan mulia di sisi-Nya.

Kisah Inspirasi Seorang Suami Yang Berbohong Terhadap Istrinya

Pernikahan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik:“kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik,akhirnya menjadi berisik.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.

Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.

Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.

Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran.Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.

Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.

Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.

Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.

Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: “Wahai fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”. Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.

Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.

Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”.

Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal.

Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”.

Sang istri pun bad rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”.

“Haah, pergi?”. Kata sang istri.

“Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.

Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.

Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi”.

Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.

Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.

Dan subhanallah …

Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.

Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.

Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan. Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanyadan membacanya.

Hamper saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya,ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

selang beberapa waktu sang isteri meninggal dunia karena kelainan pada organ ginjalnya
betapa terpukulnya sang suami dan sejak saat itulah sang suami berjanji akan merawat anak semata wayangnya dan tak akan menikah lagi demi cintanya pada sang istri ..

TENTANG PERASAAN SEORANG AYAH ....

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah. “Yah, beras sudah habis lho …” ujar isterinya. Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya dari dalam rumah, “Ayah…, besok Agus harus bayaruang praktek”.

“Iya…” jawab sang Ayah. Getir terdengar di telinga saya, apalah lagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat. Ngomong- ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya semalam, “besok beliin lengkeng ya” dan saya hanya menjawabnya dengan “Insya Allah” sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak berjinjing buah kesukaannya itu.

Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar, “jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya”. Kontan saja SMS itu membuat teman saya bingung dan sedikit berkelakar, “ini, anak siapa minta susunya ke siapa”. Saya pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar- benar sampai ke nomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah. Bagaimana jika sebaliknya?

Banyak para Ayah setiap pagi membawa serta gundah mereka, mengiringi setiap langkah hingga ke kantor. Keluhan isteri semalam tentang uang belanja yang sudah habis, bayaran sekolah anak yang tertunggak sejak bulan lalu, susu si kecil yang tersisa di sendok terakhir, bayar tagihan listrik, hutang di warung tetangga yang mulai sering mengganggu tidur, dan segunung gundah lain yang kerap membuatnya terlamun.

Tidak sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya tersenyum, meyakinkan anak-anaknya tenang dengan satu kalimat, “Iya, nanti semua Ayah bereskan” meski dadanya bergemuruh kencang dan otaknya berputar mencari jalan untuk janjinya membereskan semua gundah yang ia genggam.

Maka sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang berakhir di tali gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama menjerat, bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan tidak perlahan-lahan.

Tidak sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya berlumuran darah sambil menggenggam sebilah pisau mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam penjara. Yang pasti, tak henti tangis bayi di rumahnya, karena susu yang dijanjikan sang Ayah tak pernah terbeli.

Tak jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan keimanannya, menipu rekan sekantor, mendustai atasan dengan memanipulasi angka-angka, atau berbuat curang di balik meja teman sekerja. Isteri dan anak- anaknya tak pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang didapat sang Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah hari itu.

Teramat banyak para isteri dan anak- anak yang setia menunggu kepulangan Ayahnya, hingga larut yang ditunggu tak juga kembali. Sementara jauh disana, lelaki yang isteri dan anak-anaknya setia menunggu itu telah babak belur tak berkutik, hancur meregang nyawa, menahan sisa-sisa nafas terakhir setelah dihajar massa yang geram oleh aksi pencopetan yang dilakukannya. Sekali lagi, ada yang rela menanggung resiko ini demi segenggam gundah yang mesti ia tuntaskan.

Sungguh, diantara sekian banyak Ayah itu, saya teramat salut dengan sebagian Ayah lain yang tetap sabar menggenggam gundahnya, membawanya kembali ke rumah, menyertakannya dalam mimpi, mengadukannya dalam setiap sujud panjangnya di pertengahan malam, hingga membawanya kembali bersama pagi. Berharap ada rezeki yang Allah berikan hari itu, agar tuntas satu persatu gundah yang masih ia genggam.

Ayah yang ini, masih percaya bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada dalam kekufuran akibat gundah- gundah yang tak pernah usai. Para Ayah ini, yang akan menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus menciptakan gundah baru bagi keluarganya....

Wallahu A'lam Bishawab ...
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. ..

Buat yang Galau

BUAT YANG "GALAU"

Ketika kamu merasa jatuh tanpa ada harapan, ketahuilah bahwa saat itu kamu sedang belajar tentang KEGIGIHAN dan KETABAHAN.

Jika seseorang tak berarti apa-apa bagimu, mereka tak akan bisa menyakitimu. Jika kamu merasa sakit, mereka punya arti bagimu.

Kadang kamu harus menjauh dari seseorang. Jika dia peduli, dia akan menyadari. Jika tidak, kamu tahu bagaimana menjalani hari.

Seorang pria yg tak tahu bagaimana menghargai seorang wanita adalah pria yg tak tahu bagaimana menghargai ibunya.

Terkadang kamu memaafkan seseorang, bukan karena kamu lemah, tapi karena kamu menyadari semua orang bisa melakukan salah.

Jangan sesali satu haripun dalam hidupmu. Kenanglah haribaik yg telah berimu kebahagiaan, hari buruk yg berimu pengalaman.

Kebahagiaan tak datang dari mendapatkan sesuatu yg tak pernah kamu miliki, namun darimenghargai sesuatu yg telah kamu miliki.

Kamu tak akan temukan hal yg baik dalam diri seseorang, jika kamu terus bandingkannya dengan seseorang yg menurutmu lebih baik.

Ketika kamu merasa hatimu sangat terluka, ketahuilah bahwa saat itu kau tengah belajar tentang MEMAAFKAN.

Jangan pernah biarkan apa yg kamu INGINKAN, membuatmu lupa tentang apa yg telah kamu MILIKI.

Berhenti habiskan waktumu melihat kembali apa yg telah hilang di masa lalu. Hidup ini berjalan ke depan bukan belakang. Move On!

Dalam hidup, kamu harus melupakan apa yg telah pergi, hargai apa yg masih dimiliki, dan menanti apa yg akan menghampiri.

Di dalam cinta, keheningan lebih berarti daripada percakapan, sebab cinta awalnya bukan kata, melainkan rasa.

Cerita Kebaikan

SALING MENDUKUNG DALAM KEBAIKAN (CERITA HIKMAH)

Saya mendapatkan kisah ini dari seorang teman yang sedang terjebak kemacetan parah di kotanya pagi tadi. Bukan pengalaman pribadinya memang, karena ia pun mendapatkannya dari teman yang lain. Mungkin tak perlu diperdebatkan siapa yang mengalaminya, tapi yang jelas, kisah sederhana ini mengandung hikmah yang luar biasa bagi saya. Yuk kita simak sama-sama :

Suatu hari saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranangsiang, Bogor. Pengemudi angkotnya seorang anak muda. Di dalam angkot duduk tujuh orang penumpang, termasuk saya. Masih ada lima kursi lagi yang belum terisi.

Sepanjang perjalanan, angkot-angkot saling mendahului untuk berebut penumpang. Ada pemandangan aneh yang saya lihat. Di depan angkot yang kami tumpangi, ada seorang ibu dengan tiga orang anak remaja berdiri di tepi jalan. Tiap ada angkot yang berhenti di hadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu berbicara kepada sopir angkot, lalu angkot itu melaju kembali tanpa membawa mereka berempat. Kejadian ini terulang beberapa kali.

Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya, "Dik, lewat terminal bis ya?"
Si sopir tentu saja menjawab, "Ya."
Anehnya, ibu itu tak segera naik. Ia bilang, "Tapi, saya dan ketiga anak saya ini nggak punya ongkos."

Sambil tersenyum, sopir angkot yang saya naiki ini menjawab, "Nggak apa-apa, Bu, naik saja!"
Ketika si ibu tampak ragu-ragu, si sopir mengulangi perkataannya, "Ayo Bu, naik saja! Nggak apa-apa..."

Terus terang, saya terpesona dengan kebaikan sopir angkot yang masih muda itu. Bagaimana tidak? Di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tetapi si sopir muda ini malah merelakan empat kursi penumpangnya untuk si ibu dan anak-anaknya.

Ketika sampai di terminal bis, empat penumpang gratisan ini turun. Si ibu mengucapkan terima kasih kepada sopir. Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun dan membayar ongkos angkot dengan tiga lembar uang lima ribuan. Si sopir seketika mencari kembalian karena ongkos angkot hanya tiga ribu perak. Namun penumpang pria ini bilang bahwa uang lima belas ribu itu untuk ongkos dirinya dan keempat penumpang gratisan tadi.

"Teruslah jadi orang baik ya, Dik," ujar pria tersebut kepada si sopir angkot baik hati ini.

Sore itu saya benar-benar dibuat kagum oleh kebaikan-kebaik an kecil yang saya lihat. Seorang ibu miskin yang jujur, seorang sopir yang baik hati dan seorang penumpang yang budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan...

Subhanallah...

Sifat Alami Pria

SIFAT ALAMI PRIA

✓ Pria itu EGO nya tinggi..
Jadi jangan suka membanggakan laki2 lain di depannya.. Kerana dia ingin hanya dia laki2 terbaik dimatamu..

✓ Pria itu suka CEMBURU..
Jangan dibilang hanya wanita yg pencemburu, pria sebenarnya 'lebih' pencemburu, hanya trkdng dia memendamnya dlm hati, dan mengalihkan pd hal lain,, (misalnya,, ada laki2 lain yg sering melirikmu, maka dia akan segera mengajakmu menjauh dari tempat itu,, karna dia cemburu...)

✓ Pria itu suka diPUJI...
Jangan bicara wanita saja yg butuh pujian,, pria pun tak kalah 'ingin'. Lihat saja betapa antusiasnya dia bercerita tentang pengalamannya di kantor, ttg usulannya yg di acc pimpinannya,, karena dia ingin kau tahu bahwa dia hebat..

✓ Pria itu LIAR dan KASAR,,,
Jangan kaget jika saat dia lg kesal,, kadang dia dengan sengaja meletakkan barang dgn keras, karena dia ingin kau tahu bhw dia lagi punya masalah,, atau ada yang tidak disukainya. Jangan balas kekasarannya dgn kemarahan tapi tetap saja dgn lembut kau bereskan,. Saat sendiri berdua, tanyakan baik2. Maka dia akan menumpahkn segala uneg2nya.

✓ Pria itu Suka Menjadi no 1..
Saat dia membutuhkan sesuatu, maka dahulukan lah dia, meskipn kau lagi sibuk dgn satu pekerjaan, karena dia akan merasa tdk di perhatikan.

✓ Pria itu Bayi Besarmu yang suka MERAJUK..
Apalagi saat dia bicara,, jangan coba2 kau sibuk dgn HP mu, dia akan sangat trsinggung kerana merasa diabaikan.
Saat tidur, jangan coba2 kau membelakangginya saat dia belum pulas tertidur, dia akan merasa kau lagi tidak suka didekatnya..
Saat dia makan, temanilah.. Meskipn kau masih kenyang.. Kerana dia akan merasa sangat sendiri,,, jika makan tapi tak di temani dan dilayani..

✓ Namun Pria itu adalah PENCINTA SEJATI,,
Jika hatinya sdh memilih untuk mencintaimu, maka dia akan melakukan apapun untuk membahagiakan orang yang di cintainya....